Saat ini sudah banyak yang menyadari bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi setiap orang sangatlah penting. Sebab, asuransi jiwa mampu untuk memberikan jaminan perlindungan finansial atas berbagai risiko, seperti kecelakaan hingga kematian. Kepopuleran asuransi jiwa di mata konsumen ini juga ditandai dengan hadirnya berbagai macam asuransi jiwa, mulai dari asuransi jiwa berjangka hingga asuransi jiwa investasi. Apa yang membedakan masing-masing jenis produk tersebut? Simak ulasannya dalam kelanjutan artikel ini untuk tahu jawabannya, yuk!
1.
Asuransi jiwa berjangka
Produk asuransi ini memberikan
perlindungan pada pihak tertanggung dengan jangka waktu tertentu. Kontrak yang ditawarkan umumnya adalah 5, 10, ataupun 20 tahun.
Manfaat yang bisa Anda dapat sebagai
pemegang polis adalah bebas untuk menentukan besarnya premi yang bisa Anda
sesuaikan dengan kemampuan. Apabila
tertanggung meninggal dunia, keluarga tertanggung akan memperoleh uang
pertanggungan yang cukup besar dari status kepesertaan tertanggung.
2.
Asuransi jiwa seumur hidup
Produk
asuransi ini akan memberikan Anda proteksi seumur hidup. Meski begitu, secara
umum perusahaan asuransi akan memberikan batasan manfaat perlindungan hingga
usia 100 tahun. Selain itu, produk ini juga umumnya direkomendasikan
untuk nasabah yang tidak memiliki tanggungan serta
ingin mendapatkan manfaat selain
santunan kematian, seperti tabungan jangka panjang.
Untuk itu, manfaat yang bisa Anda
dapatkan dari jenis asuransi ini adalah premi, suku bunga, dan biaya kematian
yang akan ditanggung seumur hidup (semasa berlakunya polis). Selain itu, asuransi jiwa seumur hidup juga biasanya memiliki nilai
uang akan bertambah. Hal ini mungkin terjadi karena adanya perhitungan suku
bunga pada jenis asuransi ini. Yang paling menarik, Anda bisa menarik uang
pertanggungan di tengah-tengah masa berlakunya polis.
3.
Asuransi jiwa dwiguna
Produk asuransi dwiguna menyediakan
dua manfaat, yakni sebagai perlindungan jiwa sekaligus
tabungan berjangka. Maksudnya, ketika
tertanggung meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima uang
pertanggungan. Namun apabila tertanggung masih hidup
hingga akhir masa pertanggungan, uang premi yang sudah dia setorkan dapat
dikembalikan padanya.
Selain itu,
produk asuransi ini juga bisa diklaim sebelum berakhirnya masa kontrak. Hanya saja, klaim ini dapat diajukan per periode kesepakatan di awal
perjanjian. Misalnya, bila di awal masa perjanjian tertanggung sepakat untuk
menerima uang pertanggungan per sepuluh tahun, berarti ia dapat mengajukan
klaim di tahun kepesertaan ke-10, ke-20, dan seterusnya.
4.
Asuransji jiwa unit link atau investasi
Produk yang terakhir adalah asuransi
jiwa unit link. Jenis asuransi ini menggabungkan manfaat perlindungan dan
investasi. Tak ayal, produk asuransi jiwa
ini cukup disukai oleh masyarakat.
Selain mendapatkan manfaat
perlindungan, pemegang polis juga mungkin mendapatkan imbal hasil dari investasi yang telah
dilakukan di setiap tahunnya.
Itulah empat produk asuransi jiwa yang bisa Anda miliki. Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment