Jurnal keuangan hanyalah salah satu tahap yang harus dilewati dalam membuat laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan suatu perusahaan haruslah dibuat dengan teliti dan langkah langkahnya harus urut, tak boleh ada yang terlewat. Jika ada satu langkah saja yang terlupakan, maka laporan keuangan psuatu perusahaan akan dipertanyakan dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Untuk Anda yang mungkin baru saja bekerja di suatu perusahaan dan Anda ditugaskan untuk membuat laporan keuangan, inilah cara paling sederhana membuat laporan keuangan perusahaan yang akurat.
Mengumpulkan Transaksi
Tahapan
paling awal ketika Anda ingin membuat laporan keuangan perusahaan adalah dengan
mengumpulkan transaksi yang telah dilakukan perusahaan selama periode tertentu, baik itu transaksi melalui Sosmed, link whatsapp, maupun secara direct, pembelian, hutang piutang, sewa dan transaksi
lainnya tak boleh ada satupun yang terlewat. Biasanya, transaksi dalam suatu
perusahaan akan dibuktikan dalam dokumen transaksi. Supaya Anda tidak bingung,
Anda bisa mengurutkan transaksi sesuai dengan urutan waktunya atau nomor faktur
dokumen transaksi.
Mencatat Transaksi ke Dalam Jurnal
Setelah
Anda berhasil mengumpulkan bukti transaksi dan mengurutkannya, tahap selanjutnya
Anda bisa mulai mencatat transaksi pada jurnal keuangan. Transaksi yang begitu
banyak pada perusahaan haruslah dimasukkan dalam jurnal agar perusahaan tahu
transaksi apa saja yang telah dilakukannya. Maka dari itu, perusahaan besar
yang jumlah transaksinya banyak kemudian mencatat jurnal sesuai dengan jenis
transaksinya. Hal tersebut tentunya akan mempermudah akuntan dalam membuat
laporan keuangan nantinya.
Memindahkan Transaksi dalam Buku Besar
Ketika
Anda membuat jurnal umum, maka setiap ada transaksi, transaksi akan langsung
dipindahkan dalam buku besar. Sedangkan, saat perusahaan memilih mencatat
transaksi di dalam jurnal jurnal khusus, pemindahan transaksi jurnal hanya akan
dilakukan secara berkala dan lebih mudah karena Anda hanya perlu menuliskan
total transaksi tiap jurnal khususnya.
Menyusun Neraca Saldo
Di dalam
buku besar, Anda akan menjumpai yang namanya rekening rekening yang berisi
saldo debit dan kredit. Tugas Anda selanjutnya dalam menyusun laporan keuangan
perusahaan adalah mengelompokkan saldo rekening ke dalam aktiva atau pasiva.
Pengelompokan tersebut bertujuan untuk mengetahui sama tidaknya jumlah saldo
pada rekening debet dan kredit. Jika tidak sama, berarti ada kesalahan di dalam
tahapan sebelumnya.
Membuat Jurnal Penyesuaian
Biasanya,
saat akuntan membuat laporan keuangan, masih ada beberapa transaksi yang belum
sempat masuk dan masih ada pula beberapa kesalahan dalam pembuatan laporan
keuangan. Agar laporan keuangan perusahaan akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan, akuntan perlu membuat jurnal penyesuaian agar saldo dan
debet keuangan bisa seimbang.
Menyusun Neraca Lajur dan Membuat Laporan
Keuangan
Ketika
jurnal penyesuaian sudah selesai dibuat, akuntan kembali akan membuat neraca
lajur untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan perusahaan. Neraca lajur
nantinya akan berpatokan pada neraca saldo yang sudah dibuat dan disesuaikan
pula dengan jurnal penyesuaian. Jika sudah, nantinya saldo akan masukkan dalam
neraca laba dan rugi. Tahap terakhir adalah pembuatan laporan. Anda hanya
tinggal menulis ulang laporan keuangan sesuai dengan format yang telah
ditentukan. Nantinya, pada laporan
keuangan sesungguhnya neraca lajur dan neraca laba rugi akan berada di bagian
yang berbeda.
Jika Anda
sudah berusaha membuat laporan keuangan dari buat jurnal keuangan sampai tahap
terakhir, tetapi tetap saja hasilnya belum maksimal. Tak ada salahnya Anda
mencoba menggunakan aplikasi buku warung untuk membuat laporan keuangan
perusahaan. Dijamin, Anda tak akan pusing dan laporan juga akan dapat dipertanggungjawabkan
asal Anda juga memberikan data keuangan yang valid. Selamat mencoba!
Deskripsi: jurnal keuangan adalah satu tahap dari penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan agar memperoleh hasil yang akurat.

No comments:
Post a Comment