Showing posts with label penelitian. Show all posts
Showing posts with label penelitian. Show all posts

Monday, November 30, 2020

Contoh Rumusan Masalah

Contoh Rumusan Masalah

Sebelumnya kami sudah menghasilkan postingan tentang  Contoh Rumusan Masalah

Penelitian - Sebelumnya kami sudah menghasilkan postingan tentang "Pengertian Rumusan Masalah", dari postingan atau postingan sebelumnya kami berharap Anda sanggup menghasilkan sendiri ke depannya rumusan masalah, dan tanpa menyaksikan lagi contoh rumusan masalah terlebih mencontek lurus contoh rumusan masalah yang lazim di share oleh teman-teman di internet.

Contoh Rumusan Masalah. Sebenarnya contoh rumusan masalah yang akan kami posting atau kami tampilkan mungkin sedikit atau banyak bukan contoh rumusan masalah yang Anda cari. Namun sekali lagi bahwa dikala Anda paham betul bagaimana seluk-beluk rumusan duduk kendala itu maka kami percaya Anda akan mudah menghasilkan rumusan duduk kendala tanpa menyaksikan lagi pola rumusan duduk kendala misalnya.

Contoh rumusan masalah dilihat sekali-kali tidak apa-apa, toh Anda butuh juga informasi, perhiasan pengetahuan. Untuk menghasilkan rumusan duduk kendala baik rumusan duduk kendala observasi ataupun rumusan duduk kendala makalah akan sungguh mudah jikalau Anda mengenali betul arah tujuan penulisan makalah atau penelitian. Kalau sanggup kami katakan bahwa rumusan duduk kendala itu bagai rambu-rambu yang mengarahkan Anda untuk menulis makalah atau observasi nantinya.


Contoh Rumusan Masalah di atas merupakan suatu observasi di bidang peternakan dengan judul "Analisis Profitabilitas pada Usaha Peternakan Sapi Perah di Desa Anturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang" yang ditulis oleh Ina Susilowati Program Studi Sosial Ekonomi, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang tahun 2007.

Berikutnya, kami berikan lagi satu pola rumusan duduk kendala yang sanggup perhatikan, sanggup lihat secara seksama. Kami sengaja juga memperlihatkan Latar Belakang penelitian, agar Anda sanggup mengaitkannya dengan rumusan duduk kendala yang akan ingin diraih oleh penulis.

Wednesday, November 25, 2020

Rumus Slovin Untuk Menyeleksi Jumlah Sampel Penelitian

Penelitian - Dalam sebuah penelitian, kadang kala kita tidak sanggup mengamati seluruh individu dalam sebuah populasi. Hal ini sanggup dikarenakan jumlah populasi yang amat besar, cakupan daerah observasi yang cukup luas, atau kekurangan ongkos penelitian. Untuk itu, pada biasanya observasi menggunakan sampel. Sampel yaitu pecahan dari populasi yang dipakai untuk menyimpulkan atau menggambarkan populasi.

Menentukan Jumlah Sampel dengan Rumus Slovin.  Pemilihan sampel dengan tata cara yang sempurna sanggup menggambarkan keadaan populasi sesungguhnya yang akurat, dan sanggup meminimalisir ongkos observasi secara efektif. Idealnya, sampel haruslah sungguh-sungguh menggambarkan atau mewakili karakteristik populasi yang sebenarnya. Karena data yang diperoleh dari sampel mesti sanggup dipakai untuk menaksir populasi, maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita mesti sungguh-sungguh sanggup mengambil sampel yang sanggup mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. Sampel representatif yaitu sampel yang memiliki ciri karakteristik yang serupa atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sungguh tergantung pada jenis sampel yang digunakan, ukuran sampel yang diambil, dan cara pengambilannya.

Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampel Penelitian. Pertanyaan yang kadang kala diajukan dalam tata cara pengambilan sampel yaitu berapa jumlah sampel yang diharapkan dalam penelitian. Sampel yang terlalu kecil sanggup memicu observasi tidak sanggup menggambarkan keadaan populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya, sampel yang terlalu besar sanggup memunculkan pemborosan ongkos penelitian. Salah satu tata cara yang dipakai untuk menyeleksi jumlah sampel yaitu menggunakan rumus Slovin (Sevilla et. al., 1960:182), selaku berikut:
 kadang kala kita tidak sanggup mengamati seluruh individu dalam sebuah populasi Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampel Penelitian
Rumus Slovin

dimana
n: Jumlah Sampel
N: Jumlah Populasi
e: Batas Toleransi Kesalahan (error tolerance)


Misalnya, jumlah populasi yaitu 125, dan tingkat kesalahan yang diharapkan yaitu 5%, maka jumlah sampel yang dipakai yaitu :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95


Bacaan Rekomendasi:

Sevilla, Consuelo G. et. al (2007). Research Methods. Rex Printing Company. Quezon City.


Riduwan. 2005. Belajar Praktis Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Monday, November 23, 2020

Skala Likert Dalam Penelitian

Penelitian - Defenisi Skala Likert adalah sebuah skala psikometrik yang biasa digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Skala Likert adalah skala yang sanggup dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan penglihatan seseorang atau sekelompok orang perihal sebuah tanda-tanda atau fenomena pendidikan. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan yakni pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur perilaku positif, dan pernyataan negative yang berfungsi untuk mengukur perilaku negative objek sikap. 

Skala Likert dalam Penelitian.  Skala Likert mempunyai gradasi dari sungguh positif hingga sungguh negatif, yang berupa kata-kata antara lain:
a. Sangat Setuju, b. Setuju, c. Ragu-ragu, d. Tidak Setuju, e. Sangat Tidak Setuju.
a. Sangat Baik, b. Baik, c. Ragu-ragu, d. Tidak Baik, e. Sangat Tidak Baik.
Sistem analisa dalam skala Likert merupakan selaku berikut:

Item Favorable: sungguh setuju/baik (5), setuju/baik (4), tidak yakin (3), tidak setuju/baik (2), sungguh tidak setuju/baik (1)

Item Unfavorable: sungguh setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), tidak yakin (3), tidak setuju/ baik (4), sungguh tidak setuju/ baik (5).

Skala Likert untuk keperluan analsisi kuantitatif, balasan itu sanggup diberi skor (1 – 5 atau diubahsuaikan dengan kebutuhan). 

Insrtumen observasi yang menggunakan skala Likert sanggup dibentuk dalam bentuk checklist ataupun opsi ganda. 

Contoh Skala Likert dalam Penelitian:

Contoh Soal Pilihan Ganda

Berilah salah satu balasan kepada pertanyaan berikut sesuai dengan nasehat anda, dengan cara memberi tanda bundar pada nomor balasan yang tersedia.

1. Pelibatan penduduk bukan cuma memotivasi, tetapi aktif dalam mengumpulkan dana, tenaga, dan bahan guna menunjang kualitas pendidikan.
a. Sangat Setuju,
b. Setuju,
c. Ragu-ragu,
d. Tidak Setuju,
e. Sangat Tidak oke

2. Masyararakat melakukan fungsi control dalam pelaksanaan pendidikan.
a. Sangat Setuju,
b. Setuju,
c. Ragu-ragu,
d. Tidak Setuju,
e. Sangat Tidak setuju 

3. Masyarakat bersifat proaktif dalam menyebarkan pendidikan.
a. Sangat Setuju,
b. Setuju,
c. Ragu-ragu,
d. Tidak Setuju,
e. Sangat Tidak setuju

Tuesday, November 17, 2020

Model Rantai Markov

Penelitian - Rantai markov (Markov Chain) merupakan suatu versi teoritis yang menerangkan kondisi suatu metode pada suatu tahap tertentu. Model ini sanggup memperkirakan perubahan- pergeseran pada waktu yang hendak tiba dalam variabel-variabel dinamis pada waktu yang lalu. Teknik ini sanggup juga digunakan untuk menganalisis kejadian-kejadian pada waktu mendatang secara sistematis (Anggriya, 2009).

Rantai Markov (Markov Chain) merupakan teknik matematika yang lazim digunakan untuk melakukan pengerjaan versi (modelling) majemuk metode dan proses bisnis. Teknik ini sanggup digunakan untuk memperkirakan perubahan-perubahan di waktu yang hendak tiba dalam variabel-variabel dinamis tersebut di waktu yang lalu. teknik sanggup juga digunakan untuk mengevaluasi kejadian-kejadian di waktu-waktu mendatang secara sistematis.

Model Rantai Markov - Rantai markov ini dikenalkan oleh Andrei A. Markov, andal matematika dari Rusia yang lahir tahun 1856 (Ching, W., dan Ng, M. 2006). Analisis markov menciptakan suatu isu probabilistik yang sanggup digunakan untuk menolong pengerjaan keputusan, jadi analisis ini bukan suatu teknik optimisasi melainkan suatu teknik deskriptif. Analisis markov merupakan suatu bentuk khusus dari versi probabilistik yang lebih lazim dinamakan dengan Stochastic process, yakni proses pergeseran perubahan probabilistik yang terjadi terus-menerus. 

Proses Model Rantai Markov

1. Menyusun Matriks Probabilitas Transisi

2. Menghitung kemungkinan Market Share di Waktu yang hendak Datang

3. Menghitung Kondisi-kondisi Ekuilibirium

Bahan bacaan yang sanggup Anda telusuri.

Ching, W., dan Ng, M. 2006. Markov Chain: Models, Algorithms and Application. New York: Springer Science + Business Media, Inc. 

Anggriya, Nova. 2009. Aplikasi Rantai Markov Multivariat Pada Network Genetik. Skripsi Departemen Matematika FMIPA USU.

Friday, November 13, 2020

Metode Observasi Deskriptif


Metode Penelitian Deskriptif - Penelitian deskriptif yakni salah satu jenis observasi yang maksudnya untuk menyuguhkan citra lengkap mengenai setting sosial atau hubungan antara fenomena yang diuji (Wikipedia).

Penelitian. Penelitian deskriptif yakni observasi yang berupaya mendeskripsikan sebuah gejala, peristiwa, insiden yang terjadi pada ketika sekarang. (Sujana dan Ibrahim, 1989:65). Penelitian deskriptif memusatkan perhatian terhadap pemecahan masalah-masalah konkret sebagaimana adanya pada ketika observasi dilaksanakan.

Menurut Syah (2010) observasi deskriptif yakni sistem observasi yang digunakan untuk mendapatkan wawasan yang sekuas-luasnya terhadap objek observasi pada sebuah masa tertentu.  Sedangkan menurut  Setyosari (2010) ia menerangkan bahwa observasi deskriptif yakni observasi yang berencana untuk  menjelaskan atau mendeskripsikan sebuah keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variebel yang sanggup diterangkan baik dengan angka-angka maupun kata-kata.

Peneliti berupaya memotret insiden dan insiden yang menjadi sentra perhatiannya, kemudian menggambarkan atau melukiskannya sebagaimana adanya, sehingga pemanfaatan temuan observasi ini berlaku pada ketika itu pula yang belum pasti berkaitan bila digunakan untuk waktu yang mau datang. Karena itu tidak senantiasa menuntut adanya hipotesis.

Tidak menuntut adanya perlakuan atau manipulasi variabel, sebab tanda-tanda dan peristiwanya sudah ada dan peneliti tinggal mendeskripsikannya. Variabel yang diteiliti sanggup tunggal, atau lebih dari satu variabel, bahkan sanggup juga mendeskripsikan hubungan beberapa variabel. 

Jenis observasi deskriptif
 Penelitian survei
 Penelitian korelasional
 Penelitian studi kasus
 Penelitian pengembangan
 Penelitian tindak lanjut
 Penelitian analisis dokumen
 Penelitian ex post facto

Ciri-ciri Penelitian Deskriptif :
  1. Untuk menghimpun data yang relatif terbatas dari sejumlah permasalahan yang relatif besar jumlahnya.
  2. Lebih memprioritaskan pada penentuan isu tentang variabel ketimbang isu tentang individu.
  3. Digunakan untuk mengukur tanda-tanda yang ada tanpa menyelidiki kenapa tanda-tanda tersebut ada.
  4. Hasil observasi cuma dihidangkan sesuai dengan data yang diperoleh tanpa dilaksanakan analisis yang mendalam. Penyajian data hasil observasi sanggup berupa tabel distribusi frekuensi, tabel silang dan grafik. Perhitungan yang dilaksanakan cuma berupa persentase, proporsi, rata-rata, rate, rasio, simpangan baku, dan sesuai dengan skala ukuran data yang diperoleh.
  5.  Penelitian deskriptif ialah observasi kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studi, misalnya; umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status marital, sosial ekonomi, dan lain-lain diadaptasi dengan tujuan penelitian.
Bacaan :

Hidayat syah.2010.Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Verivikatif. Pekanbaru : Suska Pres.

Punaji Setyosari.2010.Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Kencana.

Tjutju Soendari. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195602141980032-TJUTJU_SOENDARI/Power_Point_Perkuliahan/Metode_PPKKh/Penelitian__Deskriptif.ppt_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf